[wz fa-play-circle-o] Pilihan

Informasi Aktual

Daftar Hasil dan Rekomendasi Penelitian Tahun 2016-2020

0
0

 DAFTAR HASIL DAN REKOMENDASI PENELITIAN

TAHUN 2016-2020


No

Judul Kajian

Tahun

Ringkasan

1

Evaluasi Pelaksanaan Program Pendidikan Inklusif Sekolah Dasar di Kota Banjarmasin

2016

Lihat

2

Penyusunan Bahan Ajar IPS Berbasis Potensi Lokal

2016

Lihat

3

Profil Investasi Kota Banjarmasin 2016

2016

Lihat

4

Upaya Mengurangi Disparitas Kualitas Pendidikan di Kota Banjarmasin

2017

Lihat

5

Kajian Pembiayaan Guru Sekolah Dasar di Kota Banjarmasin

2017

Lihat

6

Kajian Instrumen Survey Kepuasan Data dan Informasi Kota Banjarmasin

2017

Lihat

7

Potensi Pendapatan Asli Daerah Berdasarkan Potensi Pajak dan Retribusi Daerah

2018

Lihat

8

Pengembangan Model Implementasi Program Sekolah Ramah Anak dalam Kerangka Pembentukan Karakter Siswa SD Menuju Banjarmasin sebagai Kota Layak Anak

2018

Lihat

9

Kajian Pengembangan Model Aspek Hukum Perjanjian Kerjasama

2018

Lihat

10

Kajian Keberlanjutan Budidaya Ikan dengan Keramba Jaring Apung di Sungai Martapura Kota Banjarmasin

2019

Lihat

11

Strategi dan Arah Pengembangan Keberlanjutan Rumah Lanting di Kota Banjarmasin

2019

Lihat

12

Kajian Inventarisasi Karakteristik Ruang Sungai dalam Rangka Optimasi Potensi Sungai di Kota Banjarmasin

2019

Lihat

13

Kajian Pendirian Bank Pembiayaan Rakyat Syari’ah (BPRS) Kota Banjarmasin

2019

Lihat

14

Kajian Perubahan Badan Hukum Usaha PDAM

2019

Lihat

15

Kajian Studi Kelayakan BUMD Pasar Banjarmasin

2019

Lihat

16

Kajian Perubahan Badan Hukum Usaha PD PAL

2019

Lihat

17

Kajian Indeks Livability Kota Banjarmasin

2019

Lihat

18

Kajian Transformasi Pasar Tradisional Kota Banjarmasin di Era Disrupsi

2019

Lihat

19

Kajian Tentang Pasar, Desain dan Perkembangan Teknologi Ekonomi Kreatif

2019

Lihat

20

Kajian Proteksi dan Kesiapsiagaan Menghadapi Kebakaran di Kota Banjarmasin

2020

Lihat

21

Kajian Tingkat Pengangguran Terbuka Kota Banjarmasin

2020

Lihat

22

Kajian Indeks Pembangunan Manusia

2020

Lihat

Untuk informasi lebih lanjut mengenai hasil kajian di atas, silahkan menghubungi email kami di :

litbang28@gmail.com

Kajian Indeks Pembangunan Manusia

0
0

KAJIAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA

(Tahun 2020)



Tim Peneliti

Tim Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Ringkasan

-  Tujuan akhir pembangunan adalah meningkatnya kesejahteraan rakyat

-  Salah satu tolak ukur keberhasilannya adalah tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas yang diukur menggunakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sebuah indeks komposit yang dipengaruhi oleh indikator dari tiga sektor :

ü Sektor kesehatan diwakili oleh Umur Harapan Hidup (UHH)

ü Sektor pendidikan diwakili oleh Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS)

ü Sektor ekonomi diwakili oleh pengeluaran perkapita (Purchasing Power Parity (PPP))

-  Maju atau berkembangnya suatu wilayah dapat dilihat dari capaian IPM-nya.

-  IPM Kal Sel termasuk kategori tinggi sejak tahun 2018, di mana hanya Kota Banjarmasin dan Banjarbaru yang memiliki IPM di atas rata-rata nasional.

-  IPM Kota Banjarmasin berada di posisi kedua di Kal Sel  sejak 10 tahun terakhir. Angka pertumbuhan IPM-nya mengalami perlambatan sejak tiga tahun terkahir, yakni sebesar 0,53%.

-  Beberapa hal terkait IPM Kota Banjarmasin

ü Sektor ekonomi, PPP tumbuh rata-rata 2% pertahun, telah melampaui rata-rata nasional.

ü Indikator kesehatan, UHH tumbuh  0.19% pertahun (stagnan sejak 2019).

ü Indikator pendidikan tumbuh sebesar 1.79% pertahun (HLS 13.92 tahun) maupun 1.77% pertahun (RLS 9.94 tahun) tahun 2019.  

-  Dari ketiga indikator tersebut, dapat dilihat bahwa indikator pendidikan (HLS dan RLS) Kota Banjarmasin   masih memiliki rentang nilai yang cukup besar untuk mencapai titik maksimal, sehingga memiliki daya ungkit paling tinggi.

-  Dari kajian ini dapat diketahui efektivitas belanja pemerintah dalam meningkatkan IPM Kota Banjarmasin dan strategi peningkatan IPM Kota Banjarmasin untuk percepatan peningkatan nilai IPM di Kota Banjarmasin, khususnya di sektor pendidikan.

 

Rekomendasi Kajian

Dalam upaya peningkatan IPM Kota Banjarmasin :

1. Kebijakan penggunaan anggaran melalui kebijakan belanja terutama belanja kesehatan, ekonomi dan belanja hibah masih relevan untuk dilanjutkan.

2. Peningkatan anggaran kesehatan  masih diperlukan dengan evaluasi dan pengawasan yang ketat untuk efektifitas penggunaannya.

3. Perlu kebijakan yang bisa mengungkit nilai IPM dari sisi pendidikan dan mengejar ketertinggalan dari Banjarbaru. Skenario optimis adalah satu-satunya pilihan.

4. Besar anggaran pendidikan harus terus tumbuh dan digunakan secara efektif untuk menjamin anak usia sekolah untuk terus bersekolah, bahkan jika memungkinkan hingga ke tingkat perguruan tinggi. (agar terjadi peningkatan harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah).

 

 

SKPD terkait

-   Dinas Pendidikan

-   Dinas Kesehatan

Kajian Tingkat Pengangguran Terbuka Kota Banjarmasin

0
0

 KAJIAN TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA KOTA BANJARMASIN

(Tahun 2020)



Tim Peneliti

Tim Kajian Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

Ringkasan

1. Pengangguran terbuka merupakan salah satu indikator makro ekonomi yang dapat mencerminkan kinerja pemerintah. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Banjarmasin lebih rendah dari TPT Nasional dan lebih tinggi dari TPT Provinsi Kal Sel. Kajian ini mengidentifikasi penyebab tingginya angka TPT di Kota Banjarmasin, termasuk identifikasi kesempatan kerja, strategi mencapai pertumbuhan yang tinggi untuk menciptakan kesempatan kerja yang tinggi, juga melakukan simulasi dengan analisis IO untuk memprediksi capaian penciptaan kesempatan kerja di Kota Banjarmasin periode 2021-2025.

2. Pengangguran di Indonesia, berbagai negara maju maupun berkembang menunjukkan bahwa ada pola yang hampir sama yaitu meningkatnya pengangguran di perkotaan akibat migrasi desa-kota, berkembangnya daerah perkotaan melampaui daerah administrasinya, generasi muda berpendidikan yang mencari kerja di perkotaan karena beda tingkat upah desa-kota, serta terbatasnya lapangan kerja di desa.

3. Dari kajian ini diperoleh beberapa temuan :

Perekonomian di Kota Banjarmasin paling berpengaruh bagi perekonomian Kal Sel dengan dominasi pada sektor industri pengolahan, perdagangan, hotel dan restoran, serta angkutan dan komunikasi. 

Meskipun kemampuan perekonomian menyerap tenaga kerja tumbuh cukup baik tapi jumlah pengangguran masih besar yang terlihat dari tingginya angka pengangguran terbuka (TPT).

Tingginya TPT disebabkan oleh angka migrasi masuk yang tinggi (sebelum 2015).

Sektor unggulan (memberi kesempatan kerja tinggi) di Kota Banjarmasin adalah sektor ekonomi yang mendominasi PDRB. Tingginya TPT dapat disiasati dengan kebijakan yang tepat untuk penciptaan kesempatan kerja pada sektor tersebut.

Disamping itu, dapat juga memanfaatkan lapangan kerja yang tersedia di negara lain, namun perlu memastikan pemenuhan kualifikasi serta persyaratan yang diminta.

Adanya wabah Covid-19 sejak awal Maret 2020 turut menambah sekitar 21 ribu pengangguran baru di Kota Banjarmasin. 

4. Saat ini, sektor unggulan telah dipacu untuk tumbuh di atas rata-rata, termasuk melalui pengembangan sistem penjualan daring.

 

Rekomendasi Kajian

1. Untuk mengurangi tingginya tingkat pengangguran terbuka (TPT) Pemerintah Kota Banjarmasin perlu strategi pertumbuhan yang dapat menciptakan kesempatan kerja yang tinggi.

2. Strategi untuk memicu pertumbuhan itu adalah memilih sektor yang dijadikan prioritas dalam rangka menyerap tenaga kerja di Kota Banjarmasin yaitu pada sektor industri pengolahan, perdagangan, hotel dan restoran, angkutan dan komunikasi serta berbagai sektor jasa yang lain.

3. Pemerintah perlu memberikan perhatian khusus kepada sektor Industri Pengolahan dengan meningkatkan kualitas hasil industri pengolahan dengan bimbingan teknis untuk standarisasi produk.

4. Perbaikan sistem perdagangan dan infrastrukturnya dengan menyediakan tempat yang nyaman dan menarik baik bagi pedagang maupun pelanggan serta menyediakan marketplace lokal untuk memperluas paparan para pedagang untuk berdagang secara daring. Bimbingan teknis dari Pemerintah Kota sangat diperlukan dalam hal ini.

5. Penyediaan informasi secara daring untuk hotel dan restoran yang memberikan beberapa paket wisata di Banjarmasin, dan bekerja sama dengan Bank dan lembaga Keuangan dalam mendukung sistem pembayaran daring dan non tunai.

6. Untuk membantu meningkatkan kualitas SDM yang berminat kerja di negara lain, guna mengatasi masalah TPT di Kota Banjarmasin adalah kolaborasi antar sektor dengan dukungan pemerintah dengan memberikan Pelatihan Lisensi/ Sertifikasi khusus profesi dan kemampuan bahasa Inggris.

7. Perbaikan dan penerapan protokol kesehatan yang ketat sesuai Perda yang ada untuk membatasi penularan Pandemi Covid-19 pada sektor-sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran serta sektor Angkutan dan Komunikasi sehingga sektor tersebut masih dapat beraktivitas dalam rangka mengurangi pengangguran.

8. Diperlukan kajian yang lebih mikro pada sektor-sektor tertentu dan pembuatan tabel input-output yang mencerminkan teknologi produksi terkini, karena di dalam simulasi ada kecenderungan overestimate dalam mengukur dampak. 

 

SKPD terkait

-   Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja

-   Dinas Perdagangan dan Perindustrian

-   Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Kajian Proteksi dan Kesiapsiagaan Menghadapi Kebakaran di Kota Banjarmasin

0
0

KAJIAN PROTEKSI DAN KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI KEBAKARAN

DI KOTA BANJARMASIN

(Tahun 2020)


Tim Peneliti

Tim Peneliti Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin


Ringkasan

1. Kebakaran di perkotaan dikategorikan sebagai pembakaran tidak terkontrol yang sebagian besar terjadi pada bangunan permukiman dan disebabkan oleh kelalaian manusia.

2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proteksi dan kesiap-siagaan menghadapi bahaya kebakaran, menyiapkan masyarakat yang siap dan tanggap serta keberdayaan masyarakat, pengelola bangunan dan dinas terkait dalam mencegah/proteksi dan penanggulangan bahaya kebakaran dan bencana lainnya, meningkatan komitmen pemerintah daerah, perencanaan dan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran di wilayah permukiman padat Kota Banjarmasin.

3. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan Focus Group Discussion, dan wawancara dengan SKPD dan stakeholder terkait.

4. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa :

Ditinjau dari sistem penanggulangan kebakaran, proteksi dan kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran di Kota Banjarmasin masih belum optimal

Kesiapan kelembagaan, manajemen, personil, jumlah armada dan tatalaksana yang dimiliki oleh instansi Pemadam Kebakaran Kota Banjarmasin saat ini belum memadai

Infrastruktur penunjang, ketersediaan air, dan kelengkapan fasilitas belum memadai jika dibandingkan dengan jangkauan area proteksi kebakaran Kota Banjarmasin, terutama penambahan jumlah fire hydrant.

Berdasarkan data kejadian kebakaran tahun 2016-2019, intensitas kebakaran yang terjadi cukup tinggi di Kota Banjarmasin terdapat di Kelurahan Banjarmasin Tengah

 

Rekomendasi Kajian

1. Perlu adanya kebijakan dari pemerintah dalam penangggulangan bahaya kebakaran dengan early warning system berdasarkan indikator kebakaran.

2. Perlu adanya penerapan dan sangsi untuk melaksanakan Perda Kota Banjarmasin Nomor 13 Tahun 2008 tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran.

3. Perlu adanya sistem penanggulangan kebakaran di kota Banjarmasin berkaitan dengan faktor yang dominan menyebabkan kebakaran, potensi penanggulangan kebakaran Kota Banjarmasin yaitu Manajemen Wilayah kebakaran dan perlu produk hukum yang menaungi eksistensi instansi penanggulangan kebakaran.

4. Perlu adanya kesiapan kelembagaan, manajemen, personal dan jumlah armada pada kantor kebakaran Kota Banjarmasin.

5. Perlu infrastruktur penunjang seperti penempatan fire hydrant, jalan/transportasi dan kesediaan air baku kebakaran. Kelengkapan fasilitas yang mendukung suatu sarana atau prasarana yang ada pada suatu kota seperti jalan, transportasi, fire hydrant dan lainnya. Ketersediaan infrastruktur kota belum cukup memadai dibandingkan dengan jangkauan area proteksi kebakaran dan daerah yang harus dilindungi. 5 kecamatan dengan 52 kelurahan masih belum memiliki infrastruktur yang berhubungan dengan penanggulangan kebakaran seperti fire hidrant, jumlah yang seharusnya ada di Kota Banjarmasin 926 buah dan kondisi jalan yang membutuhkan perbaikan atau perencanaan kembali di mana masih banyak jalan yang buntu.

6. Perlu jaringan perpipaan dan penyebaran fire hydrant akan mampu memberikan proteksi dan kesiap siagaan menghadapi bahaya kebakaran, dimana penyebaran fire hydrant diikuti dengan ketersediaan air yang dapat digunakan.

7. Perlu adanya aspek penunjang perencanaan penanggulangan kebakaran yang dimaksud adalah berkaitan dengan konsep rencana penanggulangan kebakaran perkotaan yaitu penataan kota, beberapa di antaranya adalah gang kebakaran, titik kumpul atau ruang terbuka, penempatan fire hydrant, komunikasi penanggulangan saat terjadi kebakaran dan transportasi.

 

SKPD terkait

-   Badan Penanggulangan Bencana Daerah

-   Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran